Di atas pembaringan

Ajal kian hari kian menjemput

Tanpa cahaya suci yang mendampingi

Terasa hampa di hati

Masa rapuh kini menyelimuti hati

Cahaya suci yang tak menaungi

Detik demi detik kan terlampuhi

Dalam keruhnya hati

Air mengalir tiada henti

Tiada insane yang terpesona

Hanya perasaan gundah yang menaungi

Tiada bekal tuk dinanti

Hari-hari kelam yang menghadang

Tiada insan yang mampu

Menahan kekuasaan sang illahi

Kepadanyalah semua insan bernaung

Lagu puisi yang tercipta terasa indah

Kan kehadiranmu disisiku

Belaian kasihmu

Selembut salju

Senyuman manismu

Semanis madu

Kasih

Hhilangkan prasangka burukmu

Supaya kau mengerti arti cintaku

Kasih

Percayalah akan setiaku

Yakinkan akan janjiku

Kasih

Kucoba mengertikan cintamu

Karna kaulah kekasih hatiku

Jiwa indahmu memanggil kassihku

Lalui bisikan debaran angin dalam hati

Kasih kan terjaga tuk menenti

Akan kehadiran kekasih hati

Kasih

Sentuhan lembutmu mengukir didadaku

Seiring detak debaran jantung

Mengarungi jiwa yang kehausan

Akan kehadiran kekasih hatiku

Hari-hari cerah kan menanti

Dengan tatapan muka yang semilau

Kehidupan abadi kan menanti

Cahaya suci yang mengiringi

Aura insane yang berseri

Segenap jiwa raga yang mengarungi

Penantian illahi yang dinanti

Denagn lapang hati

Menjalaninya tanpa sarat

Rasa bahagia yang di rasa

Tiada menyayat hati

Karna sang illahi

Menaungi jiwa raga hati

Dalam suka dan duka

Janji-janji yang pasti

Dengan kekuasaannya

Yang maha kuasa

Kan terasa di hari lusalugita herwani