“PERSAHABATAN”

Biasa kita mendengarkan kata persahabatan. Sebenarnya semua apakah mengetahui arti dari kata persahabatan itu sendiri. Seberapa penting kan arti dari persahabatan. Dan pada awalnya hidup akan terasa bahagia dengan keberadaan sahabat. Bagaimana pada saatnya nanti, jikalau terdapat beberapa kesalahan dalam menjalin persahabatan atau kata lainnya mengalami ketegangan dalam menjalin persahabatan.

Pada tahun 2007 saya lulus dari SMA NEGERI 1 TEGALDLIMO, pada saat itu senang, terharu, campur aduk semuanya. Dari mulai tasyakuran dan main sepeda motor (trek2kn atau drag) biasa dilakukan pada kaum laki-laki maupun wanita. Pada waktunya kita semua berkumpul-kumpul bersama untuk terakhir kali. Banyak orang yang mengatakan kepada “Jangan Pernah Lupain Temanmu”. Pada awalnya sahabat ya sahabat, terkadang sahabat juga melakukan kesalahan, tetapi dari sisi yang lin sahabat juga sahabat yang baik, dimana seorang sahabat selalu ada jika dibutuhkan, entah dalam kondisi senang dan duka. Maka tegaskan di benak hati yang terdalam boleh kita menyandang predikat “Mantan Kekasih”,”Mantang pencuri”,”Mantan Perampok”,”Mantan Peleboy”. Tapi “JANGAN” pernah menyandang predikat “Mantan Sahabat”,”Mantan Islam”,”Mantan Istri”.
Dalam menjalani roda-roda kehidupan entah itu apapun, termasuk juga persahabatan akan mengalami pasang surut dalam menghadapi ujian. Terkadang dalam mengarungi ujian seorang sahabat menjadi harian untuk dimarahin, di caci maki, bahkan sampai tidak ingin ketemu juga. Tapi percayalah, dibalik segala kesalahan, sahabat sejati tak pernah bersungguh-sungguh ingin menyakiti sahabatnya. Jadi dalam menghadapi ujian, diharuskan dapat berfikir dengan jernih, mengambil tidak hanya dari satu sudup pandang dari persoalan, sabar, iklas, tulus, percaya bahwa semakin tinggi level itu maka semakin tinggi pula tingkat ujian yang akan dihadapi, serta saling mengalah dan memaafkan terhadap sesama dengan kebesaran hati. Karena dengan maaf hidup terasa lebih nyaman, bahagia, dan tentram. Tak lupa juga dalam menghadapi persoalan dibuthkan teman curhat untuk mengambil sebuah kebijakan bagi diri sendiri maupun orang lain. Maka dari itu sahabat sangat amat berperan penting.  Teman yang terbaik dari yang terbaik adalah “sahabat sejati”.

kelembutan hati, penyayang, penuh empaty, good listener dan merupakan sosok-sosok yang selalu di cari ketika ingin bertukar fikiran. Walaupun untuk topik-topik yang berbeda-beda. Akan terasa sangaat bersyukur telah terdapat sahabat-sahabat yang begitu indah.Karena, dibalik segala kekurangan, mereka masih tetap saling bertukar kabar, baik dengan sms-sms, telpon, chatting singkat, saling menasehati, menyemangati, saling berkirim email-email singkat, bahkan email-email panjang yang kadang butuh waktu berhari-hari membalasnya.Karena ternyata butuh penjagaaan yang serius agar tetap indah selamanya. Kembali kepada peristiwa di atas. Banyak sekali hikmah yang kemudian dapat diperoleh. Hal-hal ini sekaligus menjadi renungan akan mengarungi roda-roda kehidupan.

Ketika seorang sahabat tersakiti, lekaslah introspeksi diri. Tidak ada salahnya memulai meminta maaf;

Menjadi seorang sahabat butuh empati, pemahaman terhadap perasaan orang lain;
Menjadi seorang sahabat harus siap menjadi ’a good listener’

Persahabatan bagaikan bola mata yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada semua mahkluknya terutama manusia. Dimana:

Bergerak, Menagis

Melihat, Tidur

Memejamkan, Memandang

Terpesona

Semua itu dilakukan bersama-sama dalam keadaan duka maupun bahagia, tetapi letak bola mata membuat keduanya tak mampu memberi bayangan akan rupa bola mata itu sendiri. Hal ini dapat disimpulkan bahwa teman sejati adalah persahabatan yang sejati pula yang tak melihat dari satu sisi sudut pandang. Melainkan sahabat sejati selalu ada jikalau dibutuhkan maupun tidak untuk sahabat.
“Sahabat Sejati adalah Sahabat yang paling baik dari segala atas Sahabat semata”